Sertifikasi HACCP

HACCP Hazard Analysis Critical Control Point

HACCP Certification
Perkembangan dunia pangan yang kian maju menuntut setiap negara untuk melakukan kerjasama untuk memenuhi kebutuhannya. Proses perdagangan internasional tidak selalu mudah dilakukan dan lazimnya ketentuan yang diterapkan oleh negara tujuan menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi.

Regulasi dan isu sensitif tentang pangan menjadi pertimbangan suatu negara untuk dapat mengimpor pangan dan bahan pangan dari negara lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut , industri makanan dan minuman yang berorientasi ekspor harus memenuhi standar mutu internasional terkait sistem manajemen keamanan pangan.

Hal ini juga merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang bergerak dalam rantai makanan.

Standar Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) menjawab tuntutan keamanan pangan dan membantu perdagangan produk pangan yang memenuhi kriteria keamanan pangan serta tuntutan konsumen terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.


Ruang Lingkup Pekerjaan

Sertifikat HACCP merupakan bukti penerapan HACCP secara efektif yang diterbitkan lembaga sertifikasi independen dan merupakan jaminan keamanan pangan melalui sistem yang dirancang secara sistematis dan terintegrasi.

Adapun untuk lingkup pemeriksaan seperti :
  1. Kakao, Teh dan Hasil Olahannya,
  2. Gula, Madu dan Hasil Olahannya,
  3. Lemak, Minyak dan Hasil Olahannya,
  4. Buah Sayuran dan Hasil Olahannya,
  5. Air Minum dan Produknya serta Minum ,
  6. Daging dan Hasil Olahannya,
  7. Hasil Unggas dan Hasil Olahannya,
  8. Serelia, Biji-bijian, Umbi-umbian, dan Hasil Olahannya,
  9. Bahan Pembantu dan Bahan Tambahan Pangan,
  10. Rempah-rempah dan Hasil Olahannya dan
  11. Bumbu

Manfaat Sertifikasi HACCP

  1. Meningkatkan kepercayaan pelanggan;
  2. Meningkatkan citra dan kompetensi perusahaan/organisasi;
  3. Meningkatkan kesempatan perusahaan/organisasi untuk memasuki pasar global;
  4. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan terhadap produk;
  5. Partisipasi dalam program keamanan pangan;
  6. Pendukung sistem jaminan mutu.
Jasa Sesuai Kebutuhan Pelanggan
Kami senantiasa akan selalu berusaha untuk menawarkan dan memberikan solusi untuk menjawab seluruh kebutuhan dari para pelanggannya.


Proses Sertifikasi HACCP

  1. Pendefinisian ruang lingkup sertifikasi;
  2. Kunjungan pendahuluan dilakukan untuk melihat analisis gap dan diagnosis antara standar yang diterapkan oleh organisasi terhadap HACCP;
  3. Sertifikasi audit dalam 2 tahap yaitu :
  4. Tahap 1 :
    Audit pendahuluan, yakni audit dokumen dan pre-audit untuk menguji tingkat penerapan sistem HACCP di organisasi, guna persiapan pelaksanaan audit sertifikasi;
  5. Tahap 2 :
    Audit sertifikasi, yakni audit komprehensif untuk menilai efektivitas penerapan HACCP berdasarkan sistem dokumentasi yang telah dibuat dan ruang lingkup aplikasi HACCP;
  6. Sertifikasi diterbitkan oleh Kami — ICS sesuai dengan ruang lingkup penerapan sistem HACCP dan standar yang diaplikasikan oleh perusahaan serta berlaku selama 3 tahun sejak tanggal pengesahannya;
  7. Audit pengawasan akan dilakukan oleh Kami— ICS untuk memantau tingkat pemeliharaan sistem HACCP;
  8. Audit sertifikasi-ulang, setelah 3 tahun — ICS akan melakukan audit sertifikasi secara keseluruhan terhadap organisasi yang telah di sertifikasi.
Sertifikasi HACCP - We provide comprehensive support for creating and implementing a suitable HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), which is an internationally accepted standards for preventing microbiological, chemical and physical contamination, along the food supply chain. A HACCP standard is designed to provide increased control and monitoring during critical stages of the food processing chain. Food safety management system should allow you to identify and control any hazards that could pose a danger to the preparation of safe food. It involves identifying and forecasting what can go wrong, planning to prevent it and making sure you are doing it. HACCP is a legal requirement but will also benefit your business. 

Hazard analysis and critical control points, or HACCP, is a systematic preventive approach to food safety and allergenic, chemical, and biologicalhazards in production processes that can cause the finished product to be unsafe, and designs measurements to
reduce these risks to a safe level. In this manner, HACCP is referred as the prevention of hazards rather than finished product inspection. The HACCP system can be used at all stages of a food chain, from food production and preparation processes
including packaging, distribution, etc. The Food and Drug Administration (FDA) and the United States Department of Agriculture (USDA) say that their mandatory HACCP programs for juice and meat are an effective approach to food safety and protecting public health. Meat HACCP systems are regulated by the USDA, while seafood and juice are regulated by the FDA. The use of HACCP is currently voluntary in other food industries.

HACCP is believed to stem from a production process monitoring used during World War II because traditional "end of the pipe" testing on artillery shells firing mechanisms could not be performed, and a large percent of the artillery shells made at the time were either duds or misfiring. HACCP itself was conceived in the 1960s when the US National Aeronautics and Space Administration (NASA) asked Pillsbury to design and manufacture the first foods for space flights. Since then, HACCP has been recognized internationally as a logical tool for adapting traditional inspection methods to a modern, science-based, food safety system. Based on risk-assessment, HACCP plans allow both industry and government to allocate their resources efficiently in establishing and auditing safe food production practices. In 1994, the organization of International HACCP Alliance was established initially for the US meat and poultry industries to assist them with implementing HACCP and now its membership has been spread over other professional/industrial areas.

Hence, HACCP has been increasingly applied to industries other than food, such as cosmetics and pharmaceuticals. This method, which in effect seeks to plan out unsafe practices based on science, differs from traditional "produce and sort" quality control methods that do nothing to prevent hazards from occurring and must identify them at the end of the process. HACCP is focused only on the health safety issues of a product and not the quality of the product, yet HACCP principles are the basis of most food quality and safety assurance systems,and the United States, HACCP compliance is regulated by 21 CFR part 120 and 123. Similarly, FAO/WHO published a guideline for all governments to handle the issue in small and less developed food businesses.

Who can applicable for HACCP?
  • Fruits & Vegetables
  • Dairy Products
  • Meat & Meat Products
  • Farms, Fish & Fishery Products
  • Nuts & Nut Products
  • Bakery & Confectionary
  • Restaurants & Hotels
  • Fast Food Operations etc.
Benefits of HACCP certification
  • Improved food safety management system
  • Increased awareness of food risks to employees.
  • Increased customers and consumer confidence
  • Consistency in inspection process.
  • Commitment to legal Compliance with food law
  • Reduction in complaints about food safety
  • Reduced risk of negative publicity

Hubungi kami Badan Sertifikasi HACCP Terbaik di Indonesia

Share on Google Plus
Kami adalah Badan Sertifikasi yang mengeluarkan Sertifikasi ISO, Beberapa Sertifikasi ISO yang kami keluarkan diantaranya adalah Sertifikasi ISO 9001, Sertifikasi ISO 14001, Sertifikasi ISO 18001, Sertifikasi ISO 27001, Sertifikasi ISO HACCP, Sertifikasi ISO 22000 yang terakreditasi UKAS dan ANAB. Info Lengkap dapat menghubungi Kami di 0856 9157 2656
    Blogger Comment
    Facebook Comment


Post a Comment